Purple Spinning Heart Within A Heart

Rabu, 26 Oktober 2016



Haiii sobat.... kali ini saya akan menyajikan sebuah karangan yang mungkin dapat membuat para pembaca  terhibur...
Zaman sekarang tuh Banyak sekali ya remaja-remaja sekarang tu memulai  sebuah cinta dengan kebencian pada orang lain. Pertama-pertama benci, muak, males, tidak suka pada seseorang,,,tapi apa akhirnya cinta kan.... seringkali kita merasakan kebencian yang merusak mood kita, tapi tekadang kebencian itu berubah menjadi cinta. untuk itu aku menyajikan sebuah CERKAT(Cerita Singkat) .
Selamat membaca!!!!!!!!!!!!
BENCI JADI CINTA

Kisah seorang cowok yang sangat membenci seorang cewek yang bertingkah laku centil dan manja.
Semuanya berawal dari pertama kali masuk SMA Suri Tauladan 1 Bekasi. Seorang cowok dan saudaranya tiba di sekolahan menggunakan mobil mewah. Cowok itu sangat tampan, keren, dan pandai sehingga menjadi pusat perhatian kalangan cewek di sekolahan itu. Cowok itu bernama Dio Anggara, dia menjadi idaman semua cewek di sekolahan.
Pada saat Dio menuju ke kelas ada salah satu cewek centil, cerewet, lebay, manja sedang mengejarnya. Nama cewek itu Yura, dia sangat suka dengan Dio. Sampai sampai dia bertingkahlaku aneh hanya untuk mendapatkan Dio, dia selalu mengejar-ngejar Dio tak henti menjadikan Dio jengkel dan muak kepada si cewek centil itu(sebutan Dio terhadap Yura).
Hari-hari Dio hanya diwarnai dengan kebencian yang membara kepada Yura karena tingkahlaku Yura yang selalu menjengkelkan dan membosankan. Setiap di sekolahan yura selalu mendekati, merayu dan bersikap centil kepada Dio.
Pada suatu hari Yura menghampiri Dio yang sedang duduk di teras depan kelasnya, lalu Yura duduk disampingnya dan bersikap konyol untuk mendapatkan perhatian dari Dio. Dio tetap fokus terhadap buku pelajaran yang sedang dipegangnya itu, tanpa menghiraukan Yura. Beberapa menit kemudian dengan jengkelnya Dio spontan membentak Yura dengan sangar keras, menjadikan Yura dian terperanga.
Dio    : “DIAMM. Kamu menggangguku saja.!” Kata Dio dengan suara keras dan penuh kemarahan.
Yura  : (terdiam seketika) “maafkan aku!” kata yura seraya menangis dan pergi meninggalkan Dio.
Setelah kejadian itu Yura tak lagi mendatangi, dan mengganggu Dio. Yura sangat sakit hati dengan perkataan Dio kemarin, dia menangis sepanjang hari.

Beberapa hari kemudian Dio merasakan hal aneh, terasa ada yang hilang dalam hidupnya saat Yura tak lagi mendatangi dan mengganggunya.
Dio    : “apa yang terjadi denganku??” batin Dio seraya berfikir.
            ”apakah aku menyukainya??”
            “tidak mungkin!!”
Setiap hari Dio selalu merenungkan rasa itu, dan akhirnya dia menemukan jawabannya. Akhirnya dia memutuskan untuk bertemu dengan Yura.

Pada suatu hari, Yura duduk ditaman belakang sekolah sambil melamun dan menangis. Tak lama kemudian Dio datang menghampiri Yura, seraya berkata:
Dio  : “Yuraa...?” (panggilnya dengan suara lembut)
Yura  : (diam menunduk dengan tangisnya)
Dio    : “kamu marah ya denganku?”. Dio bertanya dengan nada penuh penyesalan.
Yura  : “tidak. Aku hanya sakit hati, atas perkataanmu kemarin. Aku hanya ingin berada disampingmu, bercanda tertawa bersamamu”. Kata yura dengan nada lemah.
Dio    : “maafkan aku yang telah membuatmu menangis” pinta Dio.
Yura  : “ya..” jawabnya singkat
Dio    : “yura???”
Yura  : “ada apa.” Jawabnya tanpa memandang Dio.
Dio    : “apakah kamu menyukaiku?” tanya dio
Yura  : (mengangguk perlahan tanpa berkata)
Dio    : “apakah kamu mau menjadi pacarku” tanya dio
Yura  : “kamu berbohong, kamu hanya ingin menghiburku saja kan?” katanya mengelak
Dio    : “tidak, aku tidak berbohong” tegasnya
Yura  : “kamu membenciku, kenapa kamu tiba-tiba menyukaiku?” tanyanya
Dio    : “cinta datang tiba-tiba dari hatiku saat kamu taklagi mendatangi dan menggangguku. Saat itu aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidupku, lalu aku sadar bahwa aku menyukaimu. Dan sekarang apakah kamu mau menjadi kekasihku??” jelasnya
Yura  : “hmmm,,iya aku mau menjadi kekasihmu”. Jawabnya
Dio    : “trimakasih yura”.
Yura  :”iya, sama-sama”.

            Terkadang kita bingung mengartikan sebuah benci, terkadang benci dalam tatap cinta dalam hati. Apakah itu yang namanya benci??? Tidak . banyak sekali makna kata benci, yang terkadang hal itu berakhir tragis dan kadang berakhir kasih sayang. Maka jangan salahkan hati. Karena hati tak pernah berbohong sedikitpun dan selalu tepat sasaran dalam merasakan sesuatu hal.

Tamat.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar