Haiii sobat.... kali ini saya akan menyajikan sebuah karangan
yang mungkin dapat membuat para pembaca terhibur...
Zaman sekarang tuh Banyak sekali ya remaja-remaja sekarang
tu memulai sebuah cinta dengan kebencian
pada orang lain. Pertama-pertama benci, muak, males, tidak suka pada
seseorang,,,tapi apa akhirnya cinta kan.... seringkali kita merasakan kebencian
yang merusak mood kita, tapi tekadang kebencian itu berubah menjadi cinta. untuk
itu aku menyajikan sebuah CERKAT(Cerita Singkat) .
Selamat membaca!!!!!!!!!!!!
BENCI JADI CINTA
.gif)
Kisah seorang cowok yang sangat
membenci seorang cewek yang bertingkah laku centil dan manja.
Semuanya berawal dari pertama
kali masuk SMA Suri Tauladan 1 Bekasi. Seorang cowok dan saudaranya tiba di
sekolahan menggunakan mobil mewah. Cowok itu sangat tampan, keren, dan pandai
sehingga menjadi pusat perhatian kalangan cewek di sekolahan itu. Cowok itu
bernama Dio Anggara, dia menjadi idaman semua cewek di sekolahan.
Pada saat Dio menuju ke kelas
ada salah satu cewek centil, cerewet, lebay, manja sedang mengejarnya. Nama cewek
itu Yura, dia sangat suka dengan Dio. Sampai sampai dia bertingkahlaku aneh
hanya untuk mendapatkan Dio, dia selalu mengejar-ngejar Dio tak henti
menjadikan Dio jengkel dan muak kepada si
cewek centil itu(sebutan Dio terhadap Yura).
Hari-hari Dio hanya diwarnai
dengan kebencian yang membara kepada Yura karena tingkahlaku Yura yang selalu menjengkelkan
dan membosankan. Setiap di sekolahan yura selalu mendekati, merayu dan bersikap
centil kepada Dio.
Pada
suatu hari Yura menghampiri Dio yang sedang duduk di teras depan kelasnya, lalu
Yura duduk disampingnya dan bersikap konyol untuk mendapatkan perhatian dari
Dio. Dio tetap fokus terhadap buku pelajaran yang sedang dipegangnya itu, tanpa
menghiraukan Yura. Beberapa menit kemudian dengan jengkelnya Dio spontan
membentak Yura dengan sangar keras, menjadikan Yura dian terperanga.
Dio : “DIAMM.
Kamu menggangguku saja.!” Kata Dio dengan
suara keras dan penuh kemarahan.
Yura : (terdiam
seketika) “maafkan aku!” kata yura
seraya menangis dan pergi meninggalkan Dio.
Setelah kejadian
itu Yura tak lagi mendatangi, dan mengganggu Dio. Yura sangat sakit hati dengan
perkataan Dio kemarin, dia menangis sepanjang hari.
Beberapa
hari kemudian Dio merasakan hal aneh, terasa ada yang hilang dalam hidupnya
saat Yura tak lagi mendatangi dan mengganggunya.
Dio : “apa yang terjadi denganku??” batin Dio
seraya berfikir.
”apakah aku menyukainya??”
“tidak mungkin!!”
Setiap hari
Dio selalu merenungkan rasa itu, dan akhirnya dia menemukan jawabannya. Akhirnya
dia memutuskan untuk bertemu dengan Yura.
Pada
suatu hari, Yura duduk ditaman belakang sekolah sambil melamun dan menangis. Tak
lama kemudian Dio datang menghampiri Yura, seraya berkata:
Dio : “Yuraa...?” (panggilnya dengan suara lembut)
Yura : (diam
menunduk dengan tangisnya)
Dio : “kamu
marah ya denganku?”. Dio bertanya dengan nada penuh penyesalan.
Yura : “tidak. Aku hanya sakit hati, atas
perkataanmu kemarin. Aku hanya ingin berada disampingmu, bercanda tertawa bersamamu”.
Kata yura dengan nada lemah.
Dio : “maafkan aku yang telah membuatmu
menangis” pinta Dio.
Yura : “ya..” jawabnya singkat
Dio : “yura???”
Yura : “ada apa.” Jawabnya tanpa memandang Dio.
Dio : “apakah kamu menyukaiku?” tanya dio
Yura : (mengangguk
perlahan tanpa berkata)
Dio : “apakah kamu mau menjadi pacarku” tanya
dio
Yura : “kamu berbohong, kamu hanya ingin
menghiburku saja kan?” katanya mengelak
Dio : “tidak, aku tidak berbohong” tegasnya
Yura : “kamu membenciku, kenapa kamu tiba-tiba
menyukaiku?” tanyanya
Dio : “cinta datang tiba-tiba dari hatiku saat
kamu taklagi mendatangi dan menggangguku. Saat itu aku merasakan ada sesuatu
yang hilang dalam hidupku, lalu aku sadar bahwa aku menyukaimu. Dan sekarang
apakah kamu mau menjadi kekasihku??” jelasnya
Yura : “hmmm,,iya aku mau menjadi kekasihmu”. Jawabnya
Dio : “trimakasih yura”.
Yura :”iya, sama-sama”.
Terkadang kita bingung mengartikan
sebuah benci, terkadang benci dalam tatap cinta dalam hati. Apakah itu yang
namanya benci??? Tidak . banyak sekali makna kata benci, yang terkadang hal itu
berakhir tragis dan kadang berakhir kasih sayang. Maka jangan salahkan hati. Karena
hati tak pernah berbohong sedikitpun dan selalu tepat sasaran dalam merasakan
sesuatu hal.
Tamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar